Jumat, 10 April 2015

hai girl aku punya blog baru lhooo


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian. Oleh karena itu, saling membantu merupakan satu hal yang mutlak dalam kehidupan manusia. Proses seorang individu membantu individu lain dalam mengenali dirinya, dunianya, dan memecahkan masalah pada dirinya disebut
sebagai proses konseling.
Dalam dunia konseling komunikasi antara orang yang membantu ( konselor ) dan orang yang dibantu ( klien ) haruslah terjaga dengan baik. Tentu tidak sembarangan seorang konselor dalam menjaga komunikasinya dengan klien. Ada teknik-teknik yang perlu dilakukan oleh seorang konselor dalam menjga komunikasinya dengan klien dalam proses konseling.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa saja teknik bimbingan konseling?
2.      Apa saja teknik komunikasi konselinng?
C. Tujuan
1.      Mengetahui  teknik bimbingan konseling
2.      Mengetahui teknik komunikasi konseling






BAB II
PEMBAHASAN
A. Teknik bimbingan konseling
Teknik merupakan suatu cara yang  di lakukan oleh seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Bimbingan konseling adalah suatu kegiatan membantu seseorang mengenali drinya dan dunianya serta menyelasaikan masalahnya. Sehingga, teknik bimbingan konseling adalah cara yang dilakukan untuk membantu seseorang mengenali dirinya dan dunianya.
Teknik bimbingan konseling terbagi dua :
1.   Tenik bimbingan individual
Konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli/klien. [1]Bimbingan secara individual biasanya disebut konseling atau penyuluhan. Dengan penyuluhan, seorang konselor memberikan bantuan dengan komunikasi langsung, hubungan empat mata antar dua pribadi , melalui percakapan dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.
Dalam melaksanakan penyuluhan, konselor sedapat mungkin bersifat simpatik dan penuh pengertian. Konselor sebaiknya dapat turut merasakan apa yang dirasakan orang yang akan diberikan konseling. Seorang konselor perlu mempunyai sikap seperti itu, supaya orang yang bersangkutan dapat menaruh kepercayaan penuh terhadap konselor dan dengan demikian memungkinkan keberhasilan penyuluhan tersebut.
Ada 3 macam teknik individual[2]:
a.       Konseling yang lansung ( directive counseling)
Teknik directive counseling dicetuskan pertama kali oleh Edmond G. Williamson [3].Pada teknik ini konselor mengambil peranan penting dan berusaha memberi pengarahan yang sesuai dengan penyelesaian masalahnya. Klien tinggal menerima saran dari konselor.

b.      Konseling yang tidak langsung ( non directive counseling).
Sebagai kebalikan dari directive counseling maka non directive counseling menempatkan si penerima konseling dalam posisi pusat  penyuluhan. Si penerima menjadi pusat daripada tindakan-tindakan dan proses teknik ini. Konselor hanya mendengarkan, menampung pembicaraan, sedangkan yang diberi konseling mengambil peranan aktif , berbicara bebas.
c.       Konseling eclectic ( Eclectictic counseling).
Adalah campuran dari directive dan non-directive counseling. Pada Electic counseling , konselor menampung pembicara dan penyaluran semua perasaan kekesalan di samping konselor juga memberikan pengarahan dalam mencari dan menemukan pemecahan persoalannya.

2.      Teknik bimbingan kelompok
Bimbingan kelompok merupakan salah satu bentuk layanan yang diberikan di sekolah yang merupakan bagian dari pola plus bimbingan kelompok. Menurut tohirin, definisi bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Dalam bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri.
Sementara itu, Dewa ketut Sukardi mengatakan hal yang sama mengenai bimbingan kelompok yaitu: layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh sebagai bahan dari narasumber tertentu ( terrutama dari pembimbing / konselor).
Berdasarkan dari pemaparan tersebut , dapat di simpulkan bahwa bimbingan kelompok adalah salah satu teknik dalam bimbingan konseling untuk memberikan bantuan kepada pesrta siswa yang dilakukan oleh seorang pembimbing / konselor melalui kegiatan kelompok yang dapat berguna untuk mencegah berkembangnya masalah-masalah  yang di hadapi siswa.
Tujuan layanan bimbingan kelompok adalah untuk melatih siswa mengembangkan kemampuan bersosalisasi, dan mewujudkan tingkah laku yang lebih


[1] Nidya Damayanti, Panduan Bimbingan Konseling,  ( Yogyakarta : Araska, 2012), Hal. 34.
[2] Singgih D. Gunarsa, Psikologi Untuk Membimbing, (Jakarta:BPK Gunung Muli, 1985), Ha.l 59.
[3] Ketut Sukardi, Dasar-dasar Bimbingan Dan Penyuluhan Di Sekolah, (Surabaya:Usaha Nasional,tth), Hal. 108.


1 komentar:

  1. Cciieee yg pnya blog baru... Pmbahasan Makalahnya mnarik..N apalagi ada footnotenya.. Nice.. :D

    BalasHapus